Luka Batin yang Tak Terlihat: Menguak Dampak Kejahatan pada Kesehatan Mental
Kejahatan seringkali menyisakan lebih dari sekadar kerugian fisik atau materi. Dampak terbesarnya seringkali tersembunyi, mengukir luka mendalam pada kesehatan mental korban dan orang-orang terdekat mereka. Ini adalah perjuangan yang tak terlihat, namun nyata dan membutuhkan perhatian serius.
Dampak pada Korban:
Setelah insiden, korban seringkali mengalami guncangan emosional hebat. Gejala umum meliputi:
- Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD): Kilas balik, mimpi buruk, kecemasan berlebihan, dan perasaan terasing.
- Depresi dan Kecemasan: Rasa putus asa, kehilangan minat pada aktivitas, serangan panik, dan ketakutan berlebihan.
- Kehilangan Rasa Aman: Sulit percaya pada lingkungan atau orang lain, merasa rentan, dan terus-menerus waspada.
- Rasa Bersalah atau Malu: Meskipun bukan kesalahan mereka, korban kadang menyalahkan diri sendiri atau merasa malu atas apa yang terjadi.
Dampak pada Keluarga:
Keluarga korban bukanlah pengamat pasif. Mereka juga merasakan beban emosional yang signifikan, sering disebut sebagai trauma sekunder atau vicarious trauma.
- Stres dan Kecemasan Berkelanjutan: Kekhawatiran akan keselamatan korban atau diri sendiri, serta ketidakpastian masa depan.
- Perasaan Tak Berdaya: Melihat orang yang dicintai menderita tanpa bisa sepenuhnya membantu dapat memicu frustrasi dan kesedihan mendalam.
- Ketegangan Hubungan: Stres dapat memicu konflik, penarikan diri, atau perubahan dinamika dalam keluarga.
- Beban Pengasuhan: Peran sebagai pendukung utama bisa sangat menguras energi mental dan fisik, menyebabkan kelelahan emosional.
Mengapa Sering Terabaikan:
Sayangnya, dampak mental ini sering terabaikan. Fokus utama seringkali tertuju pada pemulihan fisik, proses hukum, atau kerugian materi. Stigma seputar masalah kesehatan mental juga membuat korban dan keluarga enggan mencari bantuan atau bahkan menyadari bahwa mereka membutuhkannya.
Kesimpulan:
Kejahatan meninggalkan jejak yang dalam pada jiwa. Mengakui dan mengatasi dampak kesehatan mental ini sama pentingnya dengan memulihkan luka fisik atau mencari keadilan. Dukungan psikologis yang komprehensif, mulai dari konseling hingga terapi, adalah kunci untuk membantu korban dan keluarga mereka menemukan kembali kedamaian dan membangun kembali kehidupan setelah pengalaman traumatis.