Pengembangan Wacana Industri Garam Lingga, Ibarat Mimpi Disiang Bolong

Pengembangan Wacana Industri Garam Lingga, Ibarat Mimpi Disiang Bolong

LINGGA (KEPRI), LIDIKNEWS.CO.ID– Berdasarkan hasil Investigasi langsung dua awak media ke lokasi pengolahan Demplot Garam diwilayah pantai todak Desa Batu Berdaun Kecamatan Singkep pada Jum’at (11/01/19) siang sekira pukul 10.17 Wib yang dijadikan sebagai Demplot Garam sekala regional Sumatera oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lingga Kepri gagal total.

Sebelumnya telah ditayangkan Informasi publik baik media online maupun cetak berdasarkan rilis humas Pemkab Lingga yang dibuat pada Rabu 19 September 2018 memaparkan, “Teknologi yang digunakan adalah Inovasi langsung dari HKTI dengan menargetkan penggunaan lahan dalam 1 hektare (ha) akan menghasilkan kurang lebih 70 ton Garam” kata Bupati Lingga saat meninjau lokasi Demplot didampingi Indra Sudirman, Sekretaris DPP HKTI.

Selanjutnya dikatakan dalam rilis humas Pemkab Lingga, Wello menjelaskan, garam hasil produksi tersebut nantinya akan diperuntukkan memenuhi kebutuhan garam di Kepri dan tidak menutup kemungkinan menjadi komoditas ekspor unggulan Kepri ke negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam, ini tidak benar keakuratan nya .

“Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani garam di Lingga,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua HKTI Kepri itu.

Selain itu, Wello juga berharap demplot garam yang ada saat ini dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat. Bahkan, bisa saja di desa lainnya yang memiliki potensi serupa juga akan dibuka demplot tersebut. Diketahui, rencanya demplot garam di Desa Batu Berdaun ini akan diresmikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan ke Dabo Singkep, akhir bulan September 2018 lalu, semua hanya hayalan dan ibaratkan mimpi disiang hari belaka.

Mirisnya saat dilakukan Investigasi langsung awak media online lidiknews.co.id bersama awak media online Redaksi Bekasi, lokasi Demplot Garam yang berlokasi pantai todak Desa Batu Berdaun sudah berantakan dengan pemandangan yang sangat menyedihkan tanpa ada seorangpun pekerja yang bisa dikonfirmasi.

Hingga berita ini dirilis belum ada satu orangpun pihak terkait (penggagas) wacana pembuat Demplot Garam Kabupaten Lingga yang dapat dikonfirmasi untuk hak jawabnya oleh awak media, terkait penyebab dan alasan gagalnya pengolahan Industri Garam Kabupaten Lingga wilayah Pantai Todak  yang katanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani garam. (LN/ZUL)

Leave a Reply